Header Ads

Spiritual Puasa Dan Haji

Di bawah ini ada 2 artkel yang di kutip dari postingan WhatsApp Grup yaitu mengenai Sejarah Puasa dan Jenisnya dan yang Kedua adalah perjalanan Jalan Kaki dari INDONESIA ke ARAB SAUDI yang di lakukan seorang Pemuda Pekalongan

Sejarah Puasa dan Jenisnya


Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib a.s. berkata bahwa sekelompok orang Yahudi pernah engunjungi Rasulullah saw., dan orang yang alim di antara mereka bertanya kepada Rasulullah saw. tentang beberapa masalah, salah satu pertanyaannya adalah: “Mengapa Allah Yang Maha-agung memerintahkan umatmu untuk berpuasa sepanjang siang hari selama tiga puluh hari setelah Allah mewajibkan umat-umat terdahulu untuk berpuasa dalam waktu yang lebih panjang?" 

Rasulullah saw. menjawab, "Ketika Adam a.s. memakan buah terlarang, makanan itu tetap berada dalam perutnya selama tiga puluh hari. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan keturunan Adam untuk berpuasa selama tiga puluh hari dengan menahan lapar dan haus, dan apa yang mereka makan selama periode puasa ini (di waktu malam) hanya disebabkan oleh rahmat  Allah kepada mereka sebagaimana rahmat Allah kepada Adam a.s. Inilah mengapa Allah memerintahkan umatku untuk berpuasa."  Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat ini : “
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)
"Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. “ (Q.S. al Bagarah : 183)

Alim Yahudi itu kemudian berkata. "Wahai Muhammad! Engkau telah berkata benar, karenanya beritahukanlah kami apa ganjaran orang yang berpuasa?" 

Rasulullah saw. menjawab, "Tidaklah orang beriman yang berpuasa selama Bulan Ramadhan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah kecuali Allah beri tujuh manfaat :
1. Apa pun yang haram yang berada dalam tubuhnya akan ditekan dan dikeluarkan
2. Ia menjadi lebih dekat untuk meraih rahmat Allah 
3. Ia telah menebus dosa datuknya, Adam a.s.
4. Rasa sakit menghadapi sakaratul maut dikurangi
5. Ia mendapat jaminan tidak akan mengalami kepedihan lapar dan haus pada hari kiamat
6. Allah akan membebaskannya dari neraka
7. Allah akan memberinya berbagai nikmat di surga

Alim Yahudi itu berkata, "Wahai Muhammad! Sungguh engkau telah berkata benar!"Mengenai jenis-jenis puasa, terdapat beberapa versi yang berbeda sesuai dengan perbedaan-perbedaan yang ada di antara para penganut kepercayaan, sekte (mazhab), bangsa-bangsa, dan kebiasaan-kebiasaan masing-masing. Tujuan-tujuannya juga bervariasi, walaupun tujuan paling utama dan paling menonjol adalah untuk menyucikan tubuh dan jiwa dari racun-racun materi dan non materi Di antara jenis-jenis puasa adalah yang disebutkan dalam Alquran sebagai 'ketenangan dan menjauhkan diri dari pembicaraan yang sia-sia'. Sebagai contoh, perintah Allah Yang Mahaagung kepada Maryam binti Imran. Allah memerintahkannya, ketika berhadapan dengan orang banyak yang tidak menyukai kelahiran Isa as., untuk berkata : 

فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إِنسِيًّا (26)
“Sesungguhnya aku telah bernazar kepada Yang Maha Pengasih untuk berpuasa, maka hari ini aku tidak akan berbicara kepada seorang manusia pun." (Q.S. Maryam : 26). Kaum Muslim telah belajar dari Tuhan mereka Yang Maha Terpuji dan Mahaagung bahwa puasa merupakan salah satu bentuk pertobatan  (membayar kompensasi) karena beberapa pelanggaran berikut :

1. Mencukur rambut kepala selama berhaji (ketika seseorang masih mengenakan pakaian ihram)      disebabkan suatu alasan yang sah seperti sakit atau luka di kepala

2. Tidak mampu menyembelih hewan kurban

3. Membunuh seorang dzimmi (orang kafir yang tidak memusuhi Islam yang berada dalam                perlindungan kekuasaan Islam) tanpa sengaja

4. Melanggar sumpah

5. Berburu sewaktu masih mengenakan pakaian ihram

6. Dalam kasus dhihar (kasus dimana suami 

menyamakan istrinya dengan ibunya. la tidak boleh menggauli istrinya sebelum membayar denda puasa).

Ust Taufik Yahya



JALAN KAKI INDONESIA - MEKKAH 
Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga dunia

GRID.ID - Mochammad Khamim Setiawan (28) bukan siapa-siapa.Bukan orang kaya atau orang  penting di negeri ini. Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan. Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong. Ya, nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba nongol di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes. Luar biasa dan mengharukan. Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke  Arab Saudi!Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu. Ia melewati berbagai negara dengan berjalan kaki. Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tenga Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal. Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan. Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu,  tak lama lagi membuahkan hasil.Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab. Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya. Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji. Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini. Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki. Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.  Kebiasaan berpuasa  setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir. 

Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari. Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam.Bila ia lelah, ia 'hanya' bisa menempuh 15 kilometer.Tuhan seakan melindungi Khamim. Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India. Khamim tak membawa banyak uang.
Tapi nyatanya, ia kerap mendapat  bantuan tak terduga di jalanan. Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama. "Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu  orang yang memberi makanan dan bekal lain," jelasnya.  "Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon," kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia. Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan. Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda.  Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan. Doping Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan  tubuh. Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS,  adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu. Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil. Ia pun membuat tulisan : "I'm on my way to Mecca by foot" atau "Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki," Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini  akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya. Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times,  Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang  mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.  Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya. Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah.

Selasa, 23 Mei 2017 18:54 WIB

No comments

Powered by Blogger.